Anggaran Sertifikasi Tenaga Kerja Turun ? Tak Perlu Panik Kadin Jatim Siap Back Up

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menyatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam peningkatan tenaga kerja dan SDM yang unggul. (Foto : Istimewa)

Bisnistoday.id, SURABAYA : Upaya pemerintah lewat Kementerian Perindustrian dalam pengurangan anggaran untuk sertifikasi tenaga kerja industri di tahun ini disebabkan masa pandemi Covid-19 terus berlangsung.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Dedi Marhadi menjelaskan, sebelumnya Kementerian Perindustrian tahun ini akan telah menargetkan 20 ribu tenaga kerja menjadi 4.200 tenaga kerja saja. Hal ini kata Dedi, dikarenakan pemangkasan alokasi anggaran APBN tahun 2020 yang diprioritaskan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

“Pada tahun 2020, sebenarnya target sertifikasi tenaga kerja mencapai 20 ribu tenaga kerja. Tetapi karena Covid-19, target menjadi berubah. Anggaran 2020 diprioritaskan untuk penaggulangan pandemi sehingga target sertifikasi tahun ini hanya sebesar 4.200 tenaga kerja,” terang Dedi diSurabaya, Kamis (9/7/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa industri telah menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia. Bahkan di saat pandemi Covid,-19, Industri mampu berkontribusi sebesar 19,98 persen terhadap PDB di kuartal I/2020. Baiknya kinerja industri Indonesia ini juga tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia di Juni 2020 mencapai 39,1 persen, naik 10 basis poin dibanding tahun lalu.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja sektor industri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Dedi.

Terkait hal itu Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto secara tegas menyatakan, pihaknya akan berupaya menfasilitasi peningkatan SDM di sektor Industri karena jumlah tenaga kerja yang telah tersertifikasi masih sangat kecil.

Selain itu pula sambung Adik, pelaku industri jangan mengandalkan dana dari APBN untuk peningkatan kualitas SDM-nya. Kadin Jatim akan menfasilitasi peningkatan SDM di sektor Industri .

Padahal lanjut Adik, bagusnya kualitas SDM yang ditunjukkan dengan kepemilikan sertifikat tersebut bisa menjadi pendorong peningkatan produksi, kualitas dan efisiensi pada industri yang bersangkutan. Disisi lain, sertifikasi juga mampu meningkatkan daya saing perusahaan dan tenaga kerja yang bersangkutan.

“Untuk itulah sertifikasi menjadi sangat penting. Kita tidak bisa hanya mengandalkam dana APBN untuk peningkatan SDM. Kita laksanakan sertifikasi mandiri dengan cara berkolaborasi. Melalui Kadin Institute, kami akan melakukan kerjasama dengan LSP, Balai Diklat dan lembaga lainnya untuk melaksanakan sertifikasi mandiri,” ungkap Adik.

Penulis : Ahmad Arif
Editor : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *