Benarkah Berurusan Notaris Mahal dan Ribet ? Simak Penjalasan Ini

Dalam transaksi tentunya diperlukan perjanjian mulai transaksi jual beli, akta jual beli, perjanjian kredit, hingga balik nama sertifikat tanah dibutuhkan jasa notaris.(Foto: Dok.Rumah123)

Bisnistoday.id, SURABAYA :  Dalam transaksi tentunya diperlukan perjanjian mulai transaksi jual beli, akta jual beli, perjanjian kredit, hingga balik nama sertifikat tanah dibutuhkan jasa notaris.

Namun, akhir-akhir ini masyarakat keburu takut mendengar kalimat “Notaris” karena akan menelen biaya cukup tinggi dan ribet. Benarkah ?

Menurut Notaris Eggie Oktia Sari, SH,Mkn. ketentuan soal honorarium notaris ada pada pasal 36 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (selanjutnya akan disebut pasal 36 UUJN). Penetapan biaya notaris didasarkan pada nilai ekonomis dan nilai sosial dari setiap akta yang dibuat. Biasanya penentuannya besar kecilnya dilihat dari nilai ekonomis akta, dan juga nilai sosial akta (seberat apa tanggung jawab terhadap akta tersebut).

Biasanya penentuannya besar kecilnya dilihat dari nilai ekonomis akta, dan juga nilai sosial akta (seberat apa tanggung jawab terhadap akta tersebut).

Honorarium notaris jika ditentukan dari nilai ekonomis, ditentukan dari objek setiap akta. Berikut rinciannya:

– Nilai objek sampai dengan Rp100.000.000 atau ekuivalen gram emas ketika itu, honorarium yang diterima tidak lebih dari 2,5%

– Nilai objek di atas Rp100.000.000 sampai dengan Rp1.000.000.000,00 honorarium yang diterima tidak lebih dari 1,5%

– Nilai objek di atas Rp1.000.000.000, honorarium yang diterima didasarkan pada kesepakatan antara Notaris dengan pihak-pihak yang menghadap, tetapi tidak melebihi 1% dari objek yang dibuatkan aktanya.

Biaya notaris AJB atau dalam proses jual beli tanah atau rumah dihitung sebagai nilai ekonomis.

Proses jual beli rumah melalui notaris biasanya dibutuhkan untuk cek sertifikat, validasi pajak, pembuatan Akta Jual Beli, dan biaya balik nama.

Apabila pembelian rumah melalui proses kredit pemilikan rumah (KPR), maka biasanya muncul biaya perjanjian kredit, biaya surat kuasa membebankan hak tanggungan, akta pembebanan hak tanggungan, dan juga peningkatan hak dari HGB ke SHM jika dibeli melalui KPR.

Honorarium notaris jika ditentukan berdasarkan fungsi sosial dari objek setiap akta dengan honorarium yang diterima paling besar Rp5.000.000 sebagaimana yang tercantum pasal 36 UUJN.

Biaya notaris jual beli tanah mahal?

Biaya notaris Tidak sedikit yang menganggap bahwa jasa notaris dalam proses jual beli rumah akan memakan biaya mahal. Menurut Eggie, hal tersebut tidaklah benar.

“Honor notaris itu diatur undang-undang. Biasanya yang membuatnya terlihat besar karena di sana ada komponen-komponen lain, terutama kalau beli rumah lewat KPR. Ada biaya perjanjian kredit, biaya surat kuasa membebankan hak tanggungan, akta pembebanan hak tanggungan, terus ada juga peningkatan hak dari HGB ke hak milik. Biasanya poin-poin itu yang ketika ditambah-tambah, jadinya seperti biaya notaris. Padahal kan itu biaya yang dibebankan untuk proses-proses tersebut,” kata Eggie seperti dikutip Rumah123.com

Eggie pun juga menambahkan, bahwa tarif notaris baru dihitung ketika sudah memasuki proses pembuatan akta.

“Untuk konsultasi saja, notaris tidak akan dikenakan biaya. Jadi jangan takut menggunakan jasa notaris,” kata Eggie.

Penulis : Tim Bisnistoday.id

Editor   : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *