Pesan Walikota Malang, Sekolah Tangguh Jangan Sebatas Seremonial Saja Lakukan Protokol Secara Ketat

Walikota Malang Sutiaji minta, keberadaan sekolah tangguh jangan hanya sebatas seremonial saja. Setelah peluncuran sekolah yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat ( Foto : Dok. Humas Pemkot Malang)

Bisnistoday.id, MALANG : Kegiatan mengajar secara tatap muka saat pandemi Covid-19 di sekolah tahun ajaran 2020/2021 mulai aktif di bulan Juli 2020 ini. Walapun demikian, pihak lembaga pendidikan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi bagi siswa dalam mengikuti pelajaran. Hal ini, untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Data Satgas Covid-19 Kota Malang pada  per 13 Juli 2020 tercatat 3.728 orang dalam risiko, 987 orang tanpa gejala dan 1.041 orang dalam pantauan. Sementara pasien dalam pengawasan sebanyak 475 orang atau meningkat 10 orang dan pasien positif Corona sebanyak 346 orang atau meningkat 6 orang ketimbang angka sehari sebelumnya.

Untuk itu  sekolah tangguh di Kota Malang, Jatim, diharapkan mampu membendung laju kasus wabah Covid-19 dan memutuskan mata rantai virus asal China ini

“Saya berharap sekolah tangguh terus bertahan di masa-masa yang akan datang dengan berbagai programnya dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” tegas Walikota Malang Sutiaji di Malang kemarin

Sutiaji menekankan keberadaan sekolah tangguh jangan hanya sebatas seremonial saja. Setelah peluncuran sekolah yang menerapkan protokol kesehatan, seluruh warga sekolah baik siswa maupun tenaga pendidiknya harus memiliki komitmen yang kuat.

“Untuk menghadapi kehidupan pada tatanan produktif dan aman covid-19, sekolah harus benar-benar siap menyambut siswa-siswi,” ujarnya

Sutiaji berharap sekolah tangguh di SMAN 2 Malang yang menjadi percontohan ini dapat menjadi percontohan atau contoh baik bagi sekolah lainnya nantinya dan bisa diterapkan oleh semua sekolahan lain di Kota Malang.

Sementara itu Kepala SMAN 2 Malang Hariyanto mengatakan, dalam konsep Sekolah Tangguh tersebut terdapat 5 hal yang disebut 5T, yakni Tangguh Informasi, Tangguh Kesehatan, Tangguh Keamanan, Tangguh Pendidikan, dan Tangguh Gizi.

“Harapan kita di sekolah tangguh ini nanti bisa memberikan kebiasaan. Setelah itu membentuk karakter dari masing-masing anak, lalu membentuk kultur sehingga kita siap dengan new normal,” pungkasnya.

Penulis : Bagas

Editor  : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *